“Menjadi Ayah” adalah film pendek yang menggambarkan perjalanan emosional seorang bapak (ayah) di Pulau Timor, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam masyarakat dengan patriarki yang kuat, urusan pangan dan gizi keluarga—seperti memetik sayur, memasak, dan mengasuh anak—sering dianggap sebagai pekerjaan perempuan. Akibatnya, perempuan kerap menanggung beban berlapis: mengurus rumah tangga, mengasuh anak, sekaligus berperan dalam kegiatan ekonomi. Kondisi ini turut berkontribusi pada berbagai tantangan gizi dan kesehatan, seperti yang masih dihadapi di Kabupaten TTS.
Namun, dalam konteks sosial seperti ini, tidak mudah bagi laki-laki untuk mengambil peran yang dianggap tidak lazim atau bahkan rendah menurut norma dan tradisi setempat. Film ini mengisahkan proses perubahan perilaku seorang laki-laki Timor, serta pentingnya dukungan dari pemerintah dan pemuka agama dalam mendorong dan memungkinkan perubahan tersebut terjadi.
