Perkembangan pembangunan di Sulawesi Tengah telah memberikan berbagai manfaat, namun juga menimbulkan tantangan berupa penurunan kualitas lingkungan dan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem darat hingga laut. Pemetaan yang dilakukan oleh Tim CIFOR-ICRAF—meliputi aspek spasial, biofisik, dan sosial ekonomi— kemudian menjadi dasar bagi penyusunan “Masterplan Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi di Sulawesi Tengah”.
Melalui inisiatif proyek SOLUSI, pendekatan terpadu yang menghubungkan daratan, pesisir, dan laut sebagai satu kesatuan sistem mulai diterapkan. Berbagai proses teknis dan konsultatif telah dilakukan dalam mendukung penyusunan “Masterplan” di tingkat regional, yang mencakup area pilot Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Masterplan atau Rencana Induk tersebut dirancang sebagai rencana strategis jangka panjang untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
